SEO teknis WordPress adalah pekerjaan memastikan website dapat dirayapi, dipahami, dan ditampilkan dengan benar. Plugin seperti AIOSEO atau Yoast membantu menyediakan kontrol, tetapi plugin tidak dapat menggantikan keputusan arsitektur, kualitas konten, dan pemeriksaan implementasi.
Checklist crawlability dan indexability
- Pastikan halaman penting tidak terblokir robots.txt.
- Periksa status noindex pada halaman, kategori, dan attachment.
- Kirim sitemap XML yang hanya berisi URL canonical dan layak indeks.
- Pastikan halaman tidak menghasilkan banyak URL duplikat.
- Periksa redirect, 404, soft 404, dan rantai redirect.
Title, meta description, dan heading
Setiap halaman penting perlu memiliki title yang unik, descriptive, dan sesuai isi. Meta description bukan jaminan snippet akan selalu digunakan Google, tetapi tetap membantu menjelaskan nilai halaman. H1 harus menjelaskan topik utama, sementara H2 dan H3 membangun struktur yang mudah dipindai.
Canonical dan internal link
Canonical absolut membantu menyatakan versi utama sebuah halaman. Internal link harus menggunakan anchor text yang deskriptif dan menghubungkan halaman layanan dengan artikel pendukung, studi kasus, serta halaman kontak.
Schema dan gambar
Gunakan schema yang sesuai dengan konten sebenarnya, misalnya Article untuk artikel, Person untuk profil, BreadcrumbList untuk navigasi, dan Organization atau LocalBusiness jika informasinya benar-benar tersedia. Gambar harus relevan, memiliki alt text, ukuran rasional, dan tidak sekadar dekorasi generik.
Cara mengukur hasil audit
Gabungkan pemeriksaan source code, Search Console, PageSpeed Insights, dan crawler. Jangan hanya mengejar skor plugin. Prioritaskan masalah yang menghambat crawling, merusak pengalaman pengguna, atau membuat halaman penting tidak dapat ditemukan.